(Source: polkabots, via youmakeme-laugh)

Halo, followers Tumblr-ku yg berbahagia ! Udah pada nonton film “3 idiots” belum? Kalo belum, ada baiknya baca review saya tentang film ini dulu. Yg jelas bakal makin pengen nonton nih film. Highly recommended ^^b
Film asal India ini boleh jadi gak menye-menye kayak film India pada umumnya, meskipun tetep ada aja adegan nari-nari sambil nyanyinya :D
Hampir setipelah dengan film “Slumdog Millionaire”. Really Inspiring Movie!
Bercerita tentang persahabatan tiga lelaki, yaitu Rancho, Farhan, dan Raju dari semasa kuliah. Ketiganya memiliki problema masing-masing. Raju yg kuliah demi bisa mendapatkan pekerjaan yg lebih baik untuk kehidupan keluarganya yg miskin, Farhan yg dari keluarga pas-pasan dan mempunyai cita-cita terpendam namun terhalang restu orang tua, dan Rancho yg ternyata bukanlah Rancho yg sebenarnya (?). Disini, Rancho menjadi tokoh utama sekaligus inspirasi dan motivator bagi teman-temannya.
Nah, berhubung saya penyuka kata-kata indah alias quotes. Jadi saya akan menuliskan beberapa quote yg saya ambil dari film ini. Semoga menginspirasi ! :)
“Hidup itu perlombaan, jika kau tidak cekatan, orang lain akan merebut peluang”
“Compete or die !”
“Belajar bisa di manapun. Selagi bisa, raihlah !”
“Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi untuk membesarkan jiwa. Jangan mengejar kesuksesan ! Kejarlah kesempurnaan ! Maka kesuksesan akan mendatangimu”
“Jangan menghafal dalam belajar ! Pahami materinya. Nikmati indahnya ilmu pengetahuan”
“Jika temanmu gagal, kau akan sedih. Tapi jika temanmu menjadi yg terbaik, kau akan lebih sedih”
“Yang kamu merasa gembira melakukannya, jadikan itu profesimu. Sehingga bekerja akan serasa bermain”
“Ketakutan berefek buruk pada keberhasilan”
“Berfikirlah efisien ! Maka kesuksesan akan mendatangimu”
Oh yah, ada satu ‘tagline’ dan paling diingat dari film ini yaitu “AAL IZ WELL”. Maksud dari AAL IZ WELL yg mana diambil dari bahasa inggris ALL IS WELL atau semua akan baik-baik saja ini adalah semacam ‘mantra’ agar rasa takut yg timbul di hati bisa kembali tenang. Karena hati ternyata pengecut.
Cara mengucapkan ‘mantra’ ala 3 idiots tersebut adalah “Letakkan tangan di dada, ucapkan AAL IZ WELL !”.
Daaaannnn.. di film ini saya seolah seperti percampuran antara tokoh Raju dan Farhan (sayangnya belum bisa mencontoh tokoh Rancho/Phunsukh). Raju yg tidak berasal dari keluarga yg cukup ‘berada’, sementara Farhan yg punya dream job alias passion tapi tak diijinkan ortunya :(
Ada satu potongan dialog Ibu Raju yg membuatku teringat oleh perkataan Ibuku. Ibuku kerap kali berbagi cerita dengan anak-anaknya tentang apapun itu. Terkadang (atau mungkin sering), kami sebagai anak-anaknya merasa jengah atau ‘panas telinga’. Karena bagi kami, di keluarga lain mungkin anak-anak tidak dilibatkan dalam hal memikirkan permasalahan yg belum kami alami. Potongan dialognya seperti ini: “Semua tentang keluarga kita, kepada siapa aku bercerita jika bukan pada anakku sendiri?”.
Selain itu, saya juga menemukan potongan dialog Rancho pada Phia yg menurut saya lumayan ‘menohok’. Ini potongan dialognya: “Jika hanya untuk bekerja di bank, kenapa harus jadi insinyur dulu? Bagi seekor keledai, hidup adalah untung-rugi”.
Alasan kenapa kalimat di atas ‘menohok’ adalah karena jika kita peka maka kita akan menemui orang bahkan mungkin termasuk diri kita sendiri yg bekerja tidak sesuai background pendidikan. Apalagi di negara seperti Indonesia ini yg amat jarang orang bekerja sesuai dengan pendidikannya terdahulu. Karena selain terdesak oleh tuntutan yg tak mengenal waktu, mau tidak mau bekerja sebagai apa saja yg penting berpenghasilan.
Hmm.. yg satu ini jg masih saya kutip dari film 3 idiots dan cukup untuk direnungkan: “Jika kau terlalu takut pada masa depanmu, kau pikir kau bisa hidup? Apa fokusmu? Apa passionmu?”.
Terakhir, kesan saya soal film ini adalah film yg menginspirasi tentang dunia pendidikan, impian, cinta, dan tentunya kehidupan secara keseluruhan. Tokoh-tokoh di film ini semuanya juga inspirasional. Dari tokoh rektor Viru S yg tidak pernah mau kalah dari orang lain, Rancho yg ternyata bernama asli Phunsukh yg bersekolah bukan untuk mengejar titel dan akhirnya menjadi seorang ilmuwan serta guru, Farhan yg memperjuangkan dream jobnya supaya direstui orang tua, dan Raju yg gigih ingin memperbaiki taraf hidup keluarganya. Lewat film ini, penonton diharapkan untuk membuktikan diri dan eksistensinya di dunia nyata bahwa kalian bisa menjadi seseorang yg berguna. Karena sebaik-baiknya manusia ialah manusia yg bermanfaat bagi orang lain.
Tanpa lupa, Jadilah apapun yg kau suka !
Life Ruiners In No Particular Order - Ryan Gosling
“I’ve learned it’s important not to limit yourself. You can do whatever you really love to do, no matter what it is.”

Oke, kali ini mau nge-review bukunya Raditya Dika yg terbaru. Judulnya “Manusia Setengah Salmon”. Ngomongin soal raditya dika pasti yg paling diinget adalah tentang kelucuannya baik itu tingkah maupun jokes-jokesnya. Dan penulis yg satu ini boleh dibilang cukup konsisten menggunakan nama binatang sebagai judul dari buku-bukunya. Entah alasannya apa, mungkin aja karena raditya dika orangnya penyayang binatang atau pemerhati binatang. Hehehe.. #kriuk
Di “Manusia Setengah Salmon”, ada 17 cerpen yg lumayan menggelitik pembaca. Dikemas dengan komedi nan lucu tetapi tetap ada pesan yg ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacanya. Nah, di bawah ini saya bakal menuliskan pesan yg berhasil saya tangkap setelah membacanya. This is it..
- Cerpen “Tarian Musim Kawin”. Dalam cerpen ini intinya sih lebih bercerita soal pencarian cinta di jaman sekarang yg udah serba canggih dan tersentuh sama teknologi. Tepatnya, menceritakan proses pdkt lewat social media yaitu, Twitter. Ada beberapa istilah ‘gaul’ yg coba diperkenalkan oleh raditya dika, seperti istilah JOMBLO PERAK (25 tahun belum pernah pacaran). Juga istilah TWITTERGENIC (orang yg kalo dari isi twitnya kelihatan keren abis, tapi aslinya ancur banget). Pada bagian ini, ada beberapa quote yg saya suka, yaitu:
“Your first date is his timeline”
“Cinta ngebuat orang jadi bodoh”
“You can’t always get what you want, but if you try, sometimes you just might find you get what you need”
Menurut raditya dika, “Salah satu efek buruk dari pacaran di zaman twitter adalah gebetan kita bisa jadi gampang bosen”. Tapi ada pernyataan raditya dika yg saya agak gak setuju. He writes: “Timeline twitter seseorang menunjukkan sifat asli orang tersebut”. Saya pikir raditya dika lupa kalo di dunia maya kental sama yg namanya pencitraan. Jadi, timeline belum cukup kuat untuk dijadikan acuan men’judge’ karakter atau sifat seseorang.
Pesan yg mau disampein dr cerpen ini adalah “Inilah sesungguhnya tujuan dari PDKT: agar kita bisa membedakan antara orang yg kita mau dan orang yg kita butuhkan”.
- Cerpen “Sepotong Hati Dalam Kardus Cokelat”. Cerpen ini lumayan bisa bikin galau. Apalagi buat yg baru putus cinta. Yup, tema yg diangkat adalah tentang putus cinta. He writes that:
“Putus cinta seperti disengat lebah. Awalnya, tidak terlalu berasa, tetapi lama-kelamaan bengkaknya mulai terlihat”
“Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yg lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya”
“Ada perasaan yg sama antara sehabis putus dengan pindah. Keduanya sama-sama harus meninggalkan sesuatu yg akrab dengan diri kita. Keduanya memaksa kita untuk mengingat-ingat kenangan yg ada sebelumnya, disadari atau tidak. Dipaksa atau tidak”
“Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yg lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yg kita sayang, kadang bahkan kita yg memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yg sudah menjadi ruang kosong”
“Lucu ya bagaimana semua putus cinta yg menyedihkan juga diawali oleh jatuh cinta yg menyenangkan”
Dan saya paling setuju sama pernyataan raditya dika yg ini -> “Kenangan yg timbul paling kuat adalah yg paling awal”.
- Cerpen “Bakar Saja Keteknya” ialah cerpen yg menurut saya paling lucu di buku “Manusia Setengah Salmon”. Menceritakan tentang hubungan Dika dengan sopirnya Pak Sugiman yg punya problem bau badan. Aseliiii bikin ngakak :D
Pesen yg mau disampaikan adalah “Kita harus jujur walaupun menyakitkan. Jujur akan membantu kita terhindar dari hal-hal yg tidak diinginkan nantinya”.
- Cerpen “Kasih Ibu Sepanjang Belanda”. Waktu membaca cerpen ini rasanya saya seperti tertampar. Sedih dan hampir saja nangis. Cerpen yg menceritakan tentang hubungan seorang ibu dan anak. Saya merasa cerpen ini ‘gue banget’. Kenapa? Karena saya juga mengalami hal yg tidak jauh berbeda dengan raditya dika. Pergulatan batin karena ingin hidup mandiri namun orang tua masih setengah hati belum merestui.
Begini pesan yg dituliskan raditya dika:
“Semakin tua umur kita, semakin kita ingin mandiri dari orang tua”
“Seharusnya, semakin tua umur kita, kita tidak semakin ingin mandiri dari orang tua kita. Sebaiknya, semakin bertambah umur kita, semakin kita dekat dengan orang tua kita. Kita gak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orang tua. Kemungkinan yg paling besar adalah orang tua kita bakalan lebih dulu pergi dari kita. Orang tua kita bakalan meninggalkan kita, sendirian”.
“Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orang tua kita adalah gangguan terbaik yg pernah kita terima”.
-Cerpen “JOMBLONOLOGY”. Di cerpen ini raditya dika menuliskannya dengan gaya penulisan seorang dosen yg hendak menyampaikan materi kuliah. Bagi followers-nya raditya dika di twitter, saya jamin udah pernah baca soal teori ini. Profesor raditya dika di sini membagi 3 macam jomblo menurut penyebabnya. Pertama, Jomblo Struktural (Jomblo karena kualitas diri dengan kemauan pasar tidak sama). Kedua, Jomblo Cyclical (Jomblo karena menjelang ujian sekolah). Ketiga, Jomblo Friksional (Jomblo yg baru putus).
- Cerpen “Mencari Rumah Sempurna” yg menceritakan tentang pindah. Lagi-lagi saya merasa terwakili oleh tulisan raditya dika. Bicara soal pindah, satu hal yg sama antara cerita raditya dika dengan yg saya alami adalah pindah rumah. Apa yg dilakukan Mama-nya raditya dika dalam cerpen ini persis seperti yg sedang dilakukan oleh ibu saya. Kami sekeluarga memutuskan untuk pindah dan mencari rumah sempurna. Meski masih gamang menjual rumah yg usianya sama seperti saya beserta kenangan di dalamnya, namun tetap pindah dirasa paling tepat. Kutipan yg saya suka di cerpen ini adalah:
“Proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang, kita masih membanding-bandingkan siapapun yg kita temui dengan mantan pacar”
“Perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan”
“Waktu mungkin obat yg paling baik untuk semua luka”
- Cerpen “Manusia Setengah Salmon” juga masih mengangkat tema yg sama yaitu tentang kepindahan. Membaca cerpen yg menjadi judul dari buku ini, tanpa sadar saya mengangguk mengamini. Bisa dilihat di kutipan berikut:
“Ketika lulus kuliah, gue mengalami perpindahan ke dunia nyata yg semakin sengit. Ketika gue masuk ke dunia nyata, gue mengalami perpindahan cita-cita”
“Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan yg lainnya. Kita bisa hidup di antaranya”
“Pindah juga bisa menyangkut urusan hati”
“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yg pasti”
“Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yg mengikutinya. Kita sering berpikir ini adalah perpisahan sehingga merasa sedih melepas hal-hal yg diakrabi, hal-hal yg selama ini membuat kita senang dan nyaman. Akhirnya melakukan perpindahan ke tempat baru membuat kita dihantui rasa cemas. Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tidak bisa hanya bertahan di tempat yg sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yg bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan”
Jelas bahwa melalui buku ini raditya dika menekankan pada tema tentang kepindahan. Karena manusia adalah makhluk yg dinamis dan sosial, maka kepindahan dari pergerakan yg satu ke yg lainnya tentu tidak bisa dielakkan. Kita terus maju bergerak. Bukannya statis di suatu tempat. Tirulah filosofi ikan salmon: tidak takut pindah dan berani berjuang mewujudkan harapannya. Begitu kiranya pesan yg dapat saya tangkap dari buku ini. Jangan takut untuk pindah dan jadilah manusia setengah salmon !

Teruntuk Ksatria Patah Hati @wira_panda,
Hai, Wira Triasmara Surya ! Perkenalkan, aku satu dari ribuan followers-mu di twitter. Namaku Aisha (@aishaulia) atau yang lebih suka dipanggil dengan nama Ais. Ahh„ aku jadi membayangkan suatu hari nanti kamu akan memanggil namaku :’)
Bagaimana hari-harimu, Panda? Sudah bisa beradaptasikah di kantor yang baru? Aku rasa bisa. Karena jika kulihat dari rekam jejakmu di twitter, aku yakin Panda adalah tipikal orang yang mudah bergaul. Oh iya, aku harap kamu tidak keberatan jika kusapa dengan nama Panda. Karena menurutku panda adalah binatang yang selain bentuknya lucu dan menggemaskan, ia juga menyimpan sisi yang menarik. Apa kamu tahu kalau binatang panda itu tidak rasis dengan warna hitam serta putih yang ada di tubuhnya? Apa kamu juga tahu bahwa ternyata panda tergolong binatang pemakan daging tetapi ia justru memilih memakan bambu supaya dapat menyesuaikan dengan habitatnya? Apakah sama dengan dirimu, Panda? Hehehe.. becanda :D
Sebenarnya, tujuanku menulis surat ini adalah untuk sekedar mengungkapkan kekagumanku padamu. Iya, kagum rasanya lebih tepat untuk mewakili perasaan yang tengah membuncah di hati ini. Sebab kagum berbeda dengan cinta. Kagum berada di ‘letak’ tertinggi tak termiliki, sedangkan cinta itu ‘dekat’ dan harus memiliki. Kita, berjauhan bahkan tidak pernah saling mengenal maupun bertemu. Kamu tinggal di Bekasi, sedangkan aku di Surabaya. Berkat twitterlah aku menemukanmu. Meski aku tidak ada dalam linimasamu namun sesekali aku menampakkan kehadiranku di tab mention-mu. Maaf bila terkadang mentionku itu mengusikmu. Asal kamu tahu, ada setumpuk asa saat kutimpali kicauanmu. Ada senyum yang mengembang saat kamu balas mentionku. Sesederhana itulah kamu meniupkan angin kebahagiaan di relung hatiku. Aihh..
Jujur saja, alasanku mengikuti twittermu kala itu adalah karena mereka bilang kamu berparas rupawan. Sisanya, aku tertarik dengan kelihaianmu memintal kata menjadi gugusan kalimat yang bermakna. Aku pun menjadi pemuja rahasiamu. Persis seperti lirik lagu band idolaku:
Akulah orang yang kan slalu mengawasimu
Menikmati indahmu dari sisi gelapku
Dan biarkan aku jadi pemujamu
Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
Tenanglah tenang pujaan hatiku, sayang
Aku tak kan sampai hati bila menyentuhmu
Mungkin kau tak kan pernah tahu betapa mudahnya kau tuk dikagumi
Mungkin kau tak kan pernah sadar betapa mudahnya kau tuk dicintai
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
(Sheila On 7-Pemuja Rahasia)
Di H-7 menuju pertambahan usiamu, aku ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih Panda sudah mewarnai linimasaku dan mengijinkan orang asing sepertiku mengenal sosokmu. Terima kasih telah menjadikanku pengintai yang paling konyol di dunia ini. Pengintai yang selalu ingin tahu kabarmu dari hari ke hari. Pengintai yang merasakan betapa dalam perasaan yang kau berikan pada mantan kekasihmu. Pengintai yang anehnya bisa cemburu ketika mendapati panggilan sayangmu terhadap sejumlah teman perempuanmu. Pengintai yang rajin mengunjungi blog-mu. Pengintai yang tiap mendengarkan suara cadel di soundcloud-mu tanpa sadar berkata dalam hati I wanna grow old with you, Panda! Pengintai yang diam-diam mencintai dari kejauhan. Tssaahhh.. :D
Sekian dulu surat dariku. Semoga kamu tidak muntah, takut, apalagi memblockku dari daftar followers-mu. Hihihi.. just remember this quote:
“It’s sweet when someone knows every single detail about you, not because you remind them, but because they pay attention”
Sampai jumpa di linimasa, Ksatria Patah Hati :) ! Ksatria yang patah hati ditinggal mantan kekasih tapi juga sanggup mematahkan banyak hati di luar sana. Sukses buat peluncuran buku-bukumu yah ! \(^o^)/
p.s: Kalo gak sempet bales surat ataupun mentionku, coba Panda bales perasaanku :)) #eeaaa
Surabaya, 17 Januari 2012
Dari Pengintai/Pengagum/Pemuja/Penguntitmu,
Dear God,
Hai, Tuhanku ! Bagaimana kabar-Mu? Apakah surga masih semenarik di bayanganku? Bagaimanakah dengan neraka? Apa lebih ramai dibanding surga? Hii.. bulu romaku langsung bergidik ngeri saat kuingat tentang neraka.
Ohh.. ya semoga Kau tidak tersinggung dengan basa-basiku tadi. Maafkan hamba-Mu ini yang lancang menyapa-Mu seperti itu. Sungguh, bukan maksudku untuk melecehkan-Mu. Aku hanya ingin kita akrab layaknya seorang sahabat pena. Maka dari itu aku putuskan untuk berkirim surat pada-Mu. Alasannya, karena aku sangat yakin dan tahu bahwa Kau satu-satunya pendengar sekaligus penyimpan rahasia yang terbaik. Kau selalu ada untukku.
Sebelumnya, aku ingin menyampaikan rasa terima kasihku atas kesempatan yang diberikan selama ini. Terima kasih sudah mengijinkanku mampir di dunia fana ini. Beribu-ribu rasa syukur aku hantarkan atas nafas dan hidup yang Kau sudi berikan hingga sekarang. Kau memang Maha Pemurah. Aku tidak akan melupakan kebaikan dan jasa-Mu yang satu itu. Tidak akan pernah. Sebagai balasannya, aku berusaha untuk terus berada di jalan-Mu. Memenuhi kewajibanku untuk bertemu dengan-Mu sebanyak lima kali kecuali, saat berhalangan atau melalaikannya. Hehehe.. aku tidak jauh beda ya dengan hamba-Mu yang lain? Lucunya, ketika aku sedang merajuk pada-Mu aku akan lebih sering menemui-Mu. Persis seperti seorang lelaki yang melakukan pendekatan kepada seorang perempuan yang disukainya.
Sebenarnya melalui surat ini aku ingin bertanya banyak hal pada-Mu. Menanyakan semua pertanyaan yang belum aku temukan jawabannya. Pada akhirnya apa Kau tahu, Tuhan? Semua pertanyaan yang berkecamuk itu berujung pada rasa gelisah. Sekali lagi aku tekankan, aku bertanya pada-Mu karena Kau Tuhan yang Maha Tahu dan aku sangat berharap bisa segera mendapatkan jawabannya.
Tuhan, aku tahu Kau Maha membolak-balikkan hati. Aku, Hawa tengah jatuh hati pada seorang Adam tetapi mengapa Adam belum membalas cintaku? Aku yakin ini bukan karena Adam telah memakan buah kuldi. Kenapa justru seorang Hawa lain yang disukainya? Kenapa bukan aku? Apakah konsep jodoh berlaku disini? Kumohon Tuhan, tautkanlah hatiku dengan Adam. Aku ingin janji sehidup sematinya dipersembahkan untukku. Aku benar-benar sudah kehabisan kata-kata memandangi betapa masterpiece-Mu yang bernama Adam itu adalah makhluk tertampan, terindah, dan paling menggoyahkan imanku.
Aku teringat dulu pernah ada seorang kakek bijak yang berkata padaku bahwa tidak pernah ada cinta yang bisa dimiliki oleh manusia, kecuali cinta dari Sang Pencipta ─ yang tidak akan pernah berpaling dari manusia dan selalu mencintai makhluk terbaik ciptaan-Nya. Sang Pencipta tidak pernah memberikan apa yang manusia pinta, seperti cinta tetapi ia memberi apa yang manusia butuhkan. Apa perkataan kakek itu benar, Tuhan? Tetapi mungkin yang sekarang aku butuhkan itu cinta. Sebab hidup tanpa cinta itu bagaikan langit tanpa bintang, Tuhan.
Tuhan, aku akan jujur kepada-Mu. Aku akui aku hamba-Mu yang tidak luput dari dosa namun tetap gigih mengejar pahala dari-Mu. Aku meminta pada-Mu setelah Kau baca surat ini Kau akan mengabulkan satu per satu mimpiku. Iya, mimpi. Aku tidak sedang tertidur dan bermimpi. Aku serius soal mimpiku ini. Untuk ukuran seorang manusia biasa, mimpiku cukup sederhana. Dalam rapalan doaku coba Kau dengarkan secara seksama apa saja mimpiku yang mana cuma lewat campur tangan-Mu bisa menjadi kenyataan.
Aku rasa untuk sementara cukup sampai disini surat dariku. Aku tahu kau mulai jengah membaca semua surat yang ditujukan pada-Mu di surga. Tentu bukan hanya aku seorang yang mengirimkan surat untuk-Mu. Pasti banyak sekali. Aku sangat tahu Kau sibuk, tetapi besar harapanku Kau segera membalas surat ini. Tenang, aku sudah menyelipkan perangko balasan dan menitipkan surat ini pada Tukang Pos yang lebih unggul dibanding Sinterklas yang hanya bekerja di malam Natal. Selain itu aku juga ingin Kau sampaikan salamku untuk orang-orang yang aku sayangi dan lebih dulu meninggalkanku. Aku yakin mereka semua sedang berada di sisimu. Sampaikan juga rasa maafku pada Nenekku ya, Tuhan. Pokoknya aku kangen mereka semua :’(
Walaikumsalam Tuhanku, Allah S.W.T :*
Hamba-Mu yang selalu mencintai-Mu, @aishaulia